Senin, 13 Juni 2011

Strategi Deployment VoIP Untuk Corporate


Strategi Deployment VoIP Untuk Corporate



Penghematan pulsa telepon merupakan isu paling besar bagi banyak orang, termasuk perusahaan. Tulisan ini akan membahas secara singkat beberapa strategi yang perlu di ambil untuk mengimplementasikan VoIP di perusahaan anda.

Prasyarat utama yang harus di penuhi sebelum implementasi VoIP dapat di operasikan dengan baik, yaitu, (1) anda mempunyai sambungan ke Internet, dan atau (2) mempunyai sambungan langsung ke provider VoIP / operator telekomunikasi secara langsung. Pilihan pertama menggunakan Internet publik biasanya dilakukan jika anda menginginkan untuk mengakses Internet sekaligus dengan VoIP. Sementara pilihan ke dua dilakukan jika anda ingin melakukan banyak hubungan komunikasi VoIP dengan baik dengan operator telekomunikasi di Indonesia.

Pada hari ini sebetulnya pilihan ke dua-nya mulai membaur, yang penting kita jaga adalah bandwidth sambungan yang kita miliki mencukupi untuk pembicaraan telepon. VoIP menurut teori-nya memang dapat menyalurkan suara dengan bandwidth sangat kecil sampai kurang dari 6-7Kbps, tapi suara yang dihasilkan biasanya tidak terlalu baik. Di lapangan, kita biasanya mengoperasikan VoIP menggunakan kompresi G.729 yang akan mengambil bandwith sekitar 30-an Kbps per call yang dibuat. Jadi jika anda menggunakan ADSL yang umumnya mempunyai upstream 64Kbps anda hanya bisa menggunakannya untuk sekitar 2 call saja. Dengan menggunakan ADSL kita harus pandai mengatur bandwidth dan menshare dengan aplikasi Internet lainnya.

Memang ada beberapa provider broadband VoIP yang dapat digunakan untuk call ke PSTN atau selular, terutama di luar negeri, seperti VoIP Discount http://www.voipdiscount.com, tapi tetap terbatas call anda pada 2 call sekaligus.

Bagi anda yang ingin lebih serius untuk menyambungkan diri ke jaringan PSTN, teknik yang di sarankan adalah mengkaitkan diri melalui solusi-solusi corporate / business yang diberikan oleh operator telekomunikasi. Dalam solusi tersebut biasanya bandwidth yang diberikan cukup lebar dan dapat masuk langsung ke sentral telepon operator tersebut. Salah satu contoh operator telekomunikasi di Indonesia yang saya tahu memberikan servis demikian adalah XL.

Pertanyaan mendasarnya, persiapan apakah yang perlu kita lakukan di sisi pelanggan? Bagi anda yang mau terima jadi, tentu saja dapat saja menyerahkan semua jenis instalasi di subkan ke operator. Bagi anda yang cukup berani untuk mengutak atik teknologi, sebetulnya teknologi VoIP pada hari ini tidak terlalu sulit untuk dioperasikan. Kita yang berada di lapangan memang di berikan dua (2) pilihan teknologi VoIP, yaitu, teknologi berbasis H.323 dan teknologi berbasis SIP. Pada ke dua-nya cukup banyak software sentral telepon VoIP yang dapat di ambil secara gratis & open source di Internet.

Kita yang berada di lapangan pada hari ini lebih suka menggunakan peralatan yang berbasis SIP karena semakin hari semakin banyak yang menggunakan SIP dan harga peralatannya juga semakin murah. Softswitch yang biasa kita gunakan biasanya menggunakan Asterisk yang di ambil dari http://www.asterisk.org. Softswitch sebetulnya sentral telepon yang dapat di operasikan di komputer biasa. Sementara telepon yang paling sederhana berupa softphone di PC atau di PDA, yang cukup baik adalah x-lite dan SJPhone yang bisa di ambil gratis di Internet.

Sebagian besar sentral telepon di sisi operator telekomunikasi yang berbasis IP biasanya dapat berbicara dalam beberapa jenis protocol seperti MGCP, SIP dan H.323. Sementara softswitch di sisi pelanggan yang gratisan umumnya berbicara dengan protocol SIP & H.323. Pada hari ini protocol SIP lebih menjadi pilihan utama di bandingkan protocol lainnnya.

Tidak terlalu sukar untuk menginstalasi softswitch seperti asterisk di komputer pelanggan dan menjadikannya sentral telepon yang perlu di diskusikan adalah interkoneksi softswitch ke sentral telepon milik operator telekomunikasi. Informasi yang dibutuhkan agar interkoneksi dapat dilakukan adalah username, passsword dan server / softswitch yang di sisi operator. Dengan memasukan informasi authentikasi tersebut ke konfigurasi softswitch asterisk, maka kita dapat dengan mudah me-register softswitch yang kita gunakan ke sentral telepon operator telekomunikasi.

Dengan tersambungnya softswitch ke sentral telepon operator telekomunkasi maka pembicaraan atau call VoIP dapat dilakuan dari internal corporate ke jaringan milik operator. Tergantung perjanjian yang dilakukan, kita sebetulnya dapat juga menerima call dari jaringan PSTN & selular ke VoIP. Untuk dapat menerima call langsung dari PSTN & selular maka operator akan mengalokasikan nomor telepon yang di kenali oleh Telkom dll untuk sambungan VoIP yang kita gunakan. Regulasi di Indonesia yang membuat hal ini menjadi riskan.

Di sisi pelanggan / corporate biasanya sangat ingin mengkaitkan VoIP ke telepon extension yang ada di kantor. Untuk mengkaitkan VoIP ke telepon biasa, kita membutuhkan alat yang di dunia SIP biasa di sebut Analog Telephon Adaptar (ATA); sementara di dunia H.323 biasanya di sebut Internet Telephony Gateway (ITG). Dengan menggunakan ATA atau ITG, kita dapat mengkaitkan VoIP ke PABX yang sudah ada di kantor yang kita gunakan. Memang kita mungkin perlu memprogram PABX agar call ke luar dilalukan ke ATA dan tidak ke saluran telkom biasa.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar