Senin, 13 Juni 2011

Office Zone



Konsep Office Zone barangkali menarik untuk diamati. Melalui konsep office zone, pengguna handphone yang berlangganan pada sebuah operator dapat menjadi bagian yang terintegrasi dengan PABX yang ada di kantor. Dalam bahasa yang sederhana, handphone yang kita gunakan dapat menjadi extension dari PABX kantor selama berada di kawasan kantor. Padahal handphone tersebut tetap tersambung pada Base Station selular GSM yang di operasikan oleh operator.

Untuk keperluan office zone tersebut, kita biasanya perlu mengkaitkan PABX di kantor agar dapat secara langsung terkait ke infrastruktur operator GSM yang biasanya dilakukan melalui leased line secara langsung. Proses sambungan biasanya dilakukan menggunakan peralatan microwave yang memungkinkan PABX langsung terhubung ke sentral telepon milik operator GSM.

Jika kita ingin mempunyai sambungan ke beberapa operator dari PABX yang kita gunakan. PABX biasanya dapat di program, misalnya, dengan menekan 91 masuk ke operator Telkom, 92 ke operator GSM, 93 ke VoIP dan sebagainya.

Yang menarik dari office zone, operator selular GSM dapat mengorbankan infrastruktur-nya agar handphone-handphone milik karyawan sebuah kantor yang sedang berada di sekitar kantor jadi dapat dihubungi sebagia extension PABX kantor tanpa perlu membayar pulsa tambahan ke operator GSM tersebut. Tentunya dari sisi kantor, kita perlu mendaftarkan nomor-nomor handphone yang digunakan karyawan kantor tersebut ke operator GSM agar nantinya di integrasikan PABX kantor sebagai extension.

Dari sisi operator GSM, biasanya mereka perlu mengidentifikasi Base Station mana saja yang berada di sekitar kantor kita. Berdasarkan informasi yang di peroleh dari kantor tentang nomor handphone yang dimiliki oleh karyawan, operator GSM dapat menset sentral telepon yang ada di operator GSM agar handphone kantor yang berada di Base Station sekitar kantor akan menjadi bagian dari PABX kantor dan tidak di charge biaya komunikasi ke extension lain yang ada di PABX.

Yang menarik dari konsep ini, semua karyawan kantor menjadi lebih mobile di kantor tidak perlu berada di dekat pesawat telepon di meja-nya untuk dapat menerima telepon. Kita dapat menerima telepon dari extension maupun dari luar di pesawat handphone yang ada di tangannya.

Tentunya office zone melalui operator selular bukan satu-satu-nya solusi office zone. Konsep office zone lain yang dapat dikembangkan adalah menggunakan hotspot yang ada di kantor atau di cafe. Pada hari ini cukup banyak handphone yang mendukung WiFi hotspot, beberapa diantaranya adalah, Nokia E61 dan Nokia N80, yang menggunakan sistem operasi Symbian.

Experimen yang saya lakukan menggunakan handphone Nokia E61 dan Nokia N80 menunjukan bahwa ternyata sistem operasi Symbian Nokia telah menyiapkan fasilitas untuk Internet Telepon menggunakan Session Initiation Protocol (SIP). Menggunakan built-in WiFi yang ada di handphone Nokia dan fasilitas VoIP SIP yang ada di Symbian Nokia , kita dapat mendaftarkan handphone Nokia menjadi extension dari IP PBX di kantor melalui jaringan hotspot dan jaringan komputer internal kantor.

Memang proses-nya agak lebih rumit, kita perlu membuat dulu jaringan extension berbasis IP menggunakan IP PBX. IP PBX yang lumayan baik, dan open source, yang ada di Internet adalah Asterisk yang dapat di ambil dari http://www.asterisk.org. Software Asterisk dapat di install dimesin Linux Pentium 4 untuk menjadi sentral telepon kecil bagi beberapa puluh extension yang ada di kantor termasuk pesawat handphone Nokia yang tersambung melalui HotSpot.

Kita mungkin perlu investasi peralatan Analog Telephony Adapter (ATA) untuk menyambungkan jaringan telepon lama ke jaringan IP PBX. Jenis ATA cukup beragam, rata-rata ATA yang kecil di lengkapi sambungan untuk dua (2) buah sambungan RJ-11 seperti kelas Linksys SPA3000.

Bagi mereka yang mengoperasikan IP PBX dengan jumlah pesawat telepon maupun sambungan yang sangat besar, sampai beberapa E1 (30 line telepon) yang biasa digunakan untuk call center. Kita dapat menggunakan card di PC dari Digium yang dapat menangani sambungan fisik dalam jumlah besar.

Logika berfikir Softswitch seperti Asterisk tidak terlalu rumit. Biasanya Asterisk membutuhkan informasi username & password yang memungkinkan pesawat telepon untuk mendaftarkan diri ke sentral telepon / softswitch Asterisk tersebut. Konfigurasi authentikasi username & password dapat dilakukan dengan cara mengedit file /etc/asterisk/sip.conf.

Pola fikir lain yang perlu di konfigurasi di asterisk adalah aturan yang memberitahukan Asterisk apa yang harus di lakukan jika kita menelepon ke sebuah extension. Kita dapat memprogram apakah Asterisk akan menelepon sebuah account / extension, atau Echo, atau Music on Hold dll dll. Konfigurasi ini dapat dilakukan melalui file /etc/asterisk/extensions.conf.

Sebetulnya ada beberapa software softswitch IP PBX berbasis Windows, seperti, Axon PBX dan OnDo Brekeke. Laporan beberapa teman yang menggunakan software softswitch di Windows menunjukan bahwa Windows tidak se stabil Linux.

Semoga tulisan ini dapat memberikan masukan bagi rekan-rekan yang ingin membangun sendiri jaringan telepon di kantor-nya memberdayakan pesawat handphone yang dimiliki oleh karyawan kantor.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar